gai „pedang bermata dua‟, yang bermakna bahwa hukum pidana bertujuan untuk melindungi kepentingan-kepentingan hukum (misalnya: nyawa, harta benda, kemerdekaan, kehormatan), namun jika terjadi pelanggaran terhadap larangan dan perintahnya justru mengenakan perlukaan (menyakiti) kepentingan (benda) hukum si pelanggar.
Baca: Ibrani 4:12-13. 4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 4:13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu
Kaki-Nya bagaikan tembaga yang disepuh, yang dibakar dalam perapian, dan suara-Nya bagaikan suara air yang banyak. Di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bagaikan matahari yang bercahaya. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya seperti orang mati.
Pedang Bermata Dua. Bacaan hari ini: Ibrani 4:1-13 | Bacaan setahun: Keluaran 9-11, Matius 24. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (Ibrani 4:12) Ibrani 4:1-13.
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata
YAYASAN LENTERA BANGSA Jakarta-Indonesia. KITAB SUCI Š 2006, 2008 hak cipta penerjemahan dilindungi undang-undang. YAYASAN LENTERA BANGSA Kotak Pos : 4349 JKP 10043 Jakarta - Indonesia www
Pedang awal hanyalah salinan dari pedang Cina, lurus dan bermata dua, tetapi perperangan yang berlarutan pada tempoh Asuka menggalakkan kemajuan dalam bidang persenjataan. Selain mereka pakar dalam pembuatan pedang Samurai yang dipercayai di perturunkan oleh tentera Jepun suatu ketika dahulu kepada kaum Bajau Samah dan Irranun di Kota Belud.
h3Xt.
firman tuhan bagaikan pedang bermata dua